![]() |
No one love you like Allah does |
Cinta Adalah kehidupan yang terus diperbaharui. Definisi terkeren yang pernah saya dengar. Definisi dari seorang ulama. Cinta sejati adalah cinta yang
membahagiakan. Cinta yang menjadikan
hidup lebih hidup, hidup lebih bermakna, hidup lebih penuh warna warni
bahagia.
Allah yang Maha Pencinta adalah Dzat yang paling
mencintai. Karena cintanya pada manusia,
Allah berikan semua fasilitas agar manusia bahagia. Sayangnya seringkali cinta antara Allah dan
hamba ini menjadi cinta segitiga. Manusia bukannya membalas cinta Allah dengan
penghambaan tapi justru mengingkari dan malah mencintai fasilitas yang Allah
berikan.
Allah fitrahkan manusia untuk dicintai dan mencintai. Dicintai adalah kebahagian, dan mencintai
adalah adalah memberikan hal yang paling indah dalam kehidupan. Namun, bisakah kita mencintai sesuatu yang
tidak ada dalam diri kita? Kalaupun bisa
maka itu akan menjadi hutang. Hutang
yang entah siapa harus dan bisa membayarnya.
Hutang laten. Hutang yang tidak
kelihatan namun sangat terasa menyiksa.
So mencintai diri sendiri adalah keharusan agar kita bisa memberikan
cinta yang sesungguhnya. Cinta yang
sehat, cinta yang membahagiakan.
Bagaimana cara mencintai diri kita sendiri? Mudah dan teramat sangat mudah. Perhatikan bagaimana kita ingin
dicintai. Maka berilah diri kita sendiri
hal tersebut. Atau bagaimana dan apa
yang kita lakukan ketika mencintai, maka lakukan hal itu pada diri kita
sendiri.
Pertama, mencintai itu adalah menerima apa adanya. Maka terimalah diri kita apa adanya. Cinta bukan tentang rupa, tapi tentang
rasa. Maka pilihlah rasa bahwa kita
bangga dan bahagia dengan segala bentuk fisik yang Allah berikan.
Kedua, cinta selalu memberikan pujian dan pujian adalah
kalimat positif dan hanya kalimat positif saja.
Makan berilah diri kita hanya kalimat positif. Menurut penelitian, manusia berbicara dengan
dirinya sendiri sebanyak 60.000 kata dalam sehari. Maka pilihlah hal-hal yang baik saja. Fokus memilih bayangan dan hasil terbaik
untuk diri kita. Karena kata-kata akan
memprogram pikiran sadar juga alam bawah sadar kita. Dan apa yang kita katakan
akan membentuk nasib kita. Bukankah kita
menginginkan nasib baik?
Ketiga, cinta itu selalu memaafkan. Sangat perlu bagi kita memaafkan diri kita
sendiri sebelum dan ssudah kita memohon ampunan pada Allah. Dan memaafkan adalah energy surga. Berikan energy itu pada diri kita
sendiri. Tidak percaya? Sekarang pejamkan mata Anda kemudian bisikan “Ya
Allah, saya memaafkan diri saya sendiri yang suka mengeluh, saya memaafkan diri
saya sendiri atas kesalahan apapun & ampunilah hamba ya Allah” rasakan energy dasyat yang menghapus semua
kesempitan dalam dada Anda. Dan jika
kesempitan hilang, maka mata Anda akan terbuka pada keajaiban-keajaiban yang
Allah berikan.
Keempat dan selanjutnya, silahkan tuliskan di kolom komentar
yaa. . .
Komentar
Posting Komentar